Ada
satu sistem operasi yang karena seringnya menjadi sasaran serangan
virus lalu menjadi korban promosi negatif, dengan berbagai macam label:
tidak aman, banyak celah keamanan, hanya untuk pengguna awam, dan
seterusnya. Biasanya, pihak yang menuding tersebut memosisikan dirinya sebagai
sistem operasi yang “aman” dengan berbagai macam argumentasi, seperti
didukung oleh komunitas, memiliki pertahanan berlapis, diprogram dengan
memikirkan faktor sekuriti, dan seterusnya. Jika kita berbicara dalam hal sekuriti,
pada prinsipnya sistem operasi adalah buatan manusia, dan buatan manusia
tidak ada yang sempurna. Ini membuat sistem operasi tersebut selalu
memiliki kelemahan sehingga bisa diserang.